Open Source sejatinya berawal dari proyek berbasis komunitas dengan ekosistem yang bersifat bebas. Ketika Open Source diadopsi ke dalam dunia bisnis, muncul berbagai kebutuhan baru, seperti dukungan dan ketersediaan SDM yang kompeten agar implementasi dapat berjalan stabil. Di sinilah standardisasi berupa sertifikasi menjadi dibutuhkan.
EWTT #9 menyoroti urgensi ini dengan menempatkan sertifikasi sebagai instrumen objektif untuk memvalidasi kompetensi profesional Postgres. Pengelolaan database yang tidak tepat dalam sistem production dapat menimbulkan risiko finansial yang merugikan. Oleh karena itu, sertifikasi menjadi jaminan bahwa tenaga kerja memiliki pemahaman dan kemampuan teknis yang sesuai dengan standar enterprise. Sertifikasi membantu perusahaan memastikan sistem mereka ditangani oleh orang yang tepat, memudahkan manajemen dalam menilai tingkat keahlian, sekaligus memberikan tolak ukur pembelajaran bagi para profesional.
Sesi ini juga membahas struktur sertifikasi Postgres yang diadakan oleh Equnix, sebuah sertifikasi Postgres yang terdiri atas tiga level, yaitu Enterprise Postgres Community (EPC), Enterprise Postgres Associate (EPA), dan Enterprise Postgres Professional (EPP). Jenjang ini memungkinkan peserta meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan. Selain mengukur kemampuan pada Postgres Open Source, sertifikasi ini juga memvalidasi keahlian dalam lingkungan 11DB/Postgres™ yang banyak digunakan untuk sistem mission-critical.
Melalui inisiatif sertifikasi ini, Equnix berupaya menciptakan SDM yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri, mengurangi ketergantungan pada vendor asing, serta mendorong kemandirian teknologi di Indonesia, khususnya pada lapisan RDBMS yang menjadi fondasi bagi sistem informasi.