Equnix Business Solutions | an Open Source and Open Mind Company
Webinar Series| Equnix Business Solutions

Redefining Talent Standards: Peran Sertifikasi Postgres sebagai Benchmark Kompetensi Profesional

Open Source sejatinya berawal dari proyek berbasis komunitas dengan ekosistem yang bersifat bebas. Ketika Open Source diadopsi ke dalam dunia bisnis, muncul berbagai kebutuhan baru, seperti dukungan dan ketersediaan SDM yang kompeten agar implementasi dapat berjalan stabil. Di sinilah standardisasi berupa sertifikasi menjadi dibutuhkan.

EWTT #9 menyoroti urgensi ini dengan menempatkan sertifikasi sebagai instrumen objektif untuk memvalidasi kompetensi profesional Postgres. Pengelolaan database yang tidak tepat dalam sistem production dapat menimbulkan risiko finansial yang merugikan. Oleh karena itu, sertifikasi menjadi jaminan bahwa tenaga kerja memiliki pemahaman dan kemampuan teknis yang sesuai dengan standar enterprise. Sertifikasi membantu perusahaan memastikan sistem mereka ditangani oleh orang yang tepat, memudahkan manajemen dalam menilai tingkat keahlian, sekaligus memberikan tolak ukur pembelajaran bagi para profesional.

Sesi ini juga membahas struktur sertifikasi Postgres yang diadakan oleh Equnix, sebuah sertifikasi Postgres yang terdiri atas tiga level, yaitu Enterprise Postgres Community (EPC), Enterprise Postgres Associate (EPA), dan Enterprise Postgres Professional (EPP). Jenjang ini memungkinkan peserta meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan. Selain mengukur kemampuan pada Postgres Open Source, sertifikasi ini juga memvalidasi keahlian dalam lingkungan 11DB/Postgres™ yang banyak digunakan untuk sistem mission-critical.

Melalui inisiatif sertifikasi ini, Equnix berupaya menciptakan SDM yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri, mengurangi ketergantungan pada vendor asing, serta mendorong kemandirian teknologi di Indonesia, khususnya pada lapisan RDBMS yang menjadi fondasi bagi sistem informasi.

ewtt_2024_ep09_01 ewtt_2024_ep09_02 ewtt_2024_ep09_03 ewtt_2024_ep09_04 ewtt_2024_ep09_05 ewtt_2024_ep09_06 ewtt_2024_ep09_07 ewtt_2024_ep09_08

Rangkuman QnA EWTT Eps #9

Siapa yang dimaksud dengan 3rd Party Organization? Apakah dalam konteks sertifikasi Postgres ini kami disebut sebagai 3rd Party? Tentu saja bukan. Karena riset dan pembelajaran yang kita lakukan, dengan menguasai Source Code dari Postgres Open Source, maka kita sudah tidak lagi disebut sebagai 3rd Party, melainkan Prinsipal. Mengapa? Karena penguasaan terhadap kode sumber beserta arsitekturnya adalah ownership dari sebuah software. Terlebih, kami juga sudah memiliki banyak portfolio pada industri papan atas seperti Perbankan, Telekomunikasi, dan lainnya. Kredibilitas dari Institusi dalam memberikan keahliannya berasal dari akses terhadap siklus hidup teknologi (source code, penggunaan, perbaikan bug, implementasi) dan pengalaman yang terbukti. Disamping pengalaman implementasi, kami memiliki kepemilikan produk turunan dari Postgres, bernama: 11DB/Postgres™. Produk ini dikembangkan secara mandiri oleh kami sendiri, memiliki fitur yang tidak ada pada versi Open Source. Sebetulnya, didunia ini ada empat produk turunan Postgres seperti yang kami miliki, dan itu sah saja sebab Lisensi Postgres terkategori BSD-Like atau MIT-Like. Software Open Source yang memiliki lisensi seperti BSD, membolehkan siapapun didunia ini untuk melakukan forking terhadap source code tersebut dan me-relisensi (sudah pernah kami bawakan webinarnya) seperti yang sudah kami dan banyak perusahan lainnya didunia ini. Setiap perusahaan yang menurunkan Postgres menjadi bagian dari versi dan lisensi komersial, adalah Prinsipal, memiliki tanggung jawab selayaknya prinsipal, dan memiliki kemampuan membuat Sertifikasi karena sertifikasi profesional terhadap produk adalah hak laten yang dimiliki oleh Prinsipal, seperti halnya kami, dalam hal ini diwakili oleh perusahaan riset kami: PT OSPX Inovasi Teknologi. Selain itu, sebagai rekam jejak, portofolio implementasi kami telah mencapai berbagai industri strategis, antara lain pemerintahan (Bea Cukai, Kementerian Perdagangan), BUMN (PLN, Icon Plus), perbankan dan finansial (BTN, Danamon, Mandiri, Artajasa), telekomunikasi (XLSmart, Telkom Akses, Telkomsel), FMCG (Paragon), overseas (essilor, Ooredoo Myanmar, Mimos), dan lainnya. Pada lingkungan klien-klien tersebut, PostgreSQL diimplementasikan pada sistem berskala besar dan mission-critical, sehingga menuntut penguasaan arsitektur, performa, keamanan, serta keberlanjutan sistem secara menyeluruh.
Tidak ada prioritas tunggal di antara 8 aspek tersebut. Kedelapan aspek tersebut dirancang sebagai satu kesatuan yang menjadi acuan kompetensi tentang Postgres. Fungsi utama RDBMS adalah menjaga transaksi bisnis dengan baik, fungsi ini juga yang membuat RDBMS masih ada sampai saat ini di tengah gempuran berbagai macam database seperti NoSQL, AI, dan yang lainnya. Saya kira belum ada yang bisa menggantikan RDBMS yang memiliki concurrency yang sangat tinggi. Kedelapan aspek ini saling mendukung untuk mencapai sistem berkelas enterprise dan high-performance. Dan untuk mencapai hal itu, dibutuhkan 8 aspek yang sudah didefinisikan tersebut.
Objektivitas benchmark sertifikasi dijamin oleh kualitas soal yang dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari konsep, arsitektur, pengalaman profesional, dan banyak kasus yang menarik untuk menjadi pembelajaran. Sertifikasi ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari online test, essay, wawancara, hingga studi kasus. Sertifikasi ini kami jamin mampu mem-benchmark seseorang dengan cukup baik karena kualitas test kami jaga dan berasal dari kasus-kasus nyata yang terjadi pada Klien kami dan terselesaikan dengan baik oleh implementasi expertise dari kami.
Sertifikasi ini penting justru karena Postgres adalah Open Source sehingga perlu ada panduan dan standar untuk membawa Open Source ke dunia bisnis sebagai solusi, seperti contohnya 11DB/Postgres™ (produk komersial Postgres). Di dunia Open Source murni, penggunaannya memegang prinsip “use at your own risk”, jadi bilamana delivery support dilaksanakan tanpa ada panduan (sertifikasi, dll) maka pelaksanaannya akan sangat beresiko. Oleh karena itu, sertifikasi dibutuhkan untuk menjembatani delivery Open Source di sebuah bisnis dalam memahami orang-orang yang memang memiliki legitimasi dan kompetensi dalam melaksanakan support. Selain itu, Open Source adalah implementasi dari sebuah Sains, teknologi yang juga memiliki akar keilmuan yang kuat, sehingga sebetulnya sangat membutuhkan acuan, atau panduan untuk mempelajarinya, hal ini sebetulnya adalah tugas regulator. Namun, bisnis tidak bisa menunggu, maka sertifikasi harus ada meskipun regulator masih belum menyadari manfaatnya. Dengan regulasi yang baik dan terbuka, sertifikasi dapat menjadi booster baik pembangunan, karena adopsi Open Source akan semakin kuat dan nyata atas acuan dan panduan dari sertifikasi ini.
Sertifikasi ini (EPA dan EPP) dirancang untuk 11DB/Postgres™ (produk komersial Equnix), bukan Postgres Open Source murni. Meskipun Postgres Open source merilis versi baru setiap tahun, 11DB/Postgres™ memiliki versi yang kami kelola dan maintain sendiri. Durasi sertifikasi EPA dan EPP adalah 3 tahun. Untuk EPC (yang gratis), kami akan meng-update-nya sejalan dengan perkembangan teknologi Open Source, dan peserta bisa mengulang tes EPC kapan saja.
Pertanyaan yang sangat baik. Apabila teknologi belum dibuat, kemungkinan kita tidak bisa membuat sertifikasi. Hal tersebut dikarenakan sertifikasi lebih fokus pada aspek praktis (tidak hanya teori) dan lebih cocok diterapkan untuk teknologi yang sudah banyak digunakan. Lalu teknologi apa yang perlu disertifikasi? Jika teknologi diimplementasikan secara tertutup oleh institusi yang memiliki kontrol kuat ke dalam setiap implementasinya, sertifikasi mungkin tidak diperlukan lagi, (karena implementasinya sangat terkontrol dan berpusat pada satu entitas saja, tentu saja di dalam entitas tersebut sangat mungkin ada sertifikasi internal) Namun, jika teknologi digunakan secara luas di masyarakat, maka sertifikasi dibutuhkan untuk memberikan standar keahlian dan pengakuan kompetensi. Ketika sudah ada standar maka akan memudahkan untuk diakomodasi.
Pertanyaan yang sangat baik. Sebenarnya memang di pemerintahan ada badan yang mengurus terkait sertifikasi, tapi badan tersebut tidak punya pengetahuan yang cukup dengan Postgres sebagai teknologi maupun komunitasnya. Jadi agak sulit (mengembangkan sertifikasi Postgres dari sisi pemerintah). Tapi karena kami juga principal, jadi kami punya legitimasi untuk membuat sertifikasi tersebut. Produk kami adalah 11DB/Postgres™ yang mempunyai fitur tidak ada duanya di dunia, yaitu enkripsi dengan index yang menjadi sebuah legitimasi. Kredibilitas kami dilihat dari portofolio implementasi 11DB/Postgres™ di seluruh Indonesia dan luar negeri. Kami memiliki kapabilitas mendalam dalam mengelola Postgres hingga level source code dan arsitektur yang memberikan kami legitimasi sebagai principal untuk mengeluarkan sertifikasi ini.
Jika ada Lembaga yang tidak memiliki otoritas menjadi pelaksana sertifikasi, tentu saja tidak benar, tanpa ada legitimasi yang sah maka sertifikat yang diperoleh tidak valid. Untuk mencegahnya, setiap individu harus selalu berhati-hati dan melakukan background checking terhadap lembaga yang membuat dan mengeluarkan sertifikasi, apakah ada otoritas yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Contoh dari otoritas adalah Equnix sebagai bagian dari OSPX yang merupakan Prinsipal dari 11DB/Postgres™, oleh karenanya memiliki legitimasi untuk mengeluarkan sertifikasi yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak hanya sebagai Prinsipal, namun Equnix adalah pioneer implementasi Postgres di Indonesia, yang pertama kali mengimplementasi Postgres secara profesional dan memiliki portfolio dibanyak perusahaan besar di Indonesia dan luar negeri.
Struktur database adalah sebuah fondasi yang sangat penting untuk sistem transaksi kinerja tinggi Hal-hal seperti normalisasi yang tepat, pemilihan tipe data yang presisi, serta strategi partisi akan menjadi pilar untuk efisiensi input-output (I/O) dan skalabilitas sistem dalam jangka panjang. Jika sebuah struktur database tidak didesain secara tepat risikonya bukan sekadar penurunan performa query, melainkan akumulasi technical debt yang masif berupa redundansi data dan bottleneck yang sulit diperbaiki tanpa merombak total sistem, yang pada akhirnya menghambat pengembangan fitur bisnis di masa depan. Postgres menggunakan prinsip ACID serta MVCC (Multi Version Concurrency Control) untuk menjamin validitas data tanpa mengorbankan kecepatan, dan untuk itu perlu didukung oleh disain struktur data yang sesuai.
Menjadikan sertifikasi Postgres sebagai standar acuan (benchmark) kompetensi tidak bisa dilakukan melalui metode pengukuran yang seragam (untuk setiap individu) atau satu dimensi saja. Maka dari itu Equnix memiliki tiga level sertifikasi EPC (Community), EPA (Associate), dan EPP (Professional) di mana seorang kandidat wajib dinyatakan lulus pada tingkat sebelumnya untuk dapat diizinkan melangkah ke tingkat selanjutnya. Dengan adanya persyaratan ini penjagaan kualitas untuk memastikan bahwa setiap pemegang sertifikat tingkat lanjut tidak hanya mahir di permukaan, tetapi telah benar-benar menguasai konsep fundamental secara matang sebagai satu kesatuan pengetahuan yang utuh. Dengan demikian, sertifikasi ini menjamin bahwa integritas keahlian terbangun secara kokoh dari akar hingga ke puncak, menjadikan setiap levelnya sebagai bukti kredibilitas yang tak terbantahkan.
Sertifikasi dari Equnix memiliki tiga level: EPC (Community), EPA (Associate), dan EPP (Professional). Enterprise PostgreSQL Community: Sertifikasi level dasar yang terbuka dan dapat diakses oleh siapapun tanpa harus membeli. Cocok untuk Junior DBA, Technical Support, Sys Admin, Application Developers. Enterprise PostgreSQL Associate: Sertifikasi dengan level yang cukup mendalam dan juga mencakup 11DB/Postgres™ serta enkripsi dan security end-to-end. Cocok untuk DBA, Senior DBA, Software Architect. Enterprise PostgreSQL Professional: Sertifikasi untuk menguji kemampuan teknikal yang lebih mendalam dan juga mencakup 11DB/Postgres™. Cocok untuk Senior DBA, Senior Developer, Solution Architect. Untuk software developer, level EPC atau EPA sudah cukup, namun jika ingin lebih mendalam (misal: membuat ekstensi dari Postgres atau membuat modifikasi), bisa mengambil EPP. Untuk profesional cybersecurity, disarankan mengambil hingga level EPP karena mereka harus memahami semua aspek infrastruktur IT secara menyeluruh.
Untuk mahasiswa dan dosen, bisa mencoba EPC yang bersifat terbuka untuk umum. Silakan dapat mendaftarkan diri melalui https://ospx.asia/certification/register.
Salah satu solusi untuk meningkatkan performance pada database saat melakukan SELECT adalah dengan menggunakan indexing. Dengan menggunakan indexing database tidak perlu mencari seluruh tabel, karena indexing menggunakan B-Tree untuk pencarian standar. Tetapi harus diingat juga, penggunaan indexing harus dilakukan dengan benar karena terlalu banyak index akan membebani proses penyimpanan data. Dan umumnya permasalahan terkait lambatnya query itu tidak selalu berasal dari tidak adanya index, namun juga dari proses pembangunan sintaks SELECT itu dan juga disain struktur dari database tersebut. Bilamana tabel-tabel yang terlibat memiliki hubungan referensial yang kurang tepat, maka akan dapat menyulitkan proses pembangunan JOIN yang dapat berakibat meningkatkan proses loop dalam eksekusi query tersebut. Iterasi yang berlebih akan meningkatkan latensi io. Normalisasi yang baik, pemilihan struktur yang tepat, pembangunan query yang efisien, serta penggunaan index yang bijaksana, akan meningkatkan kinerja sistem.
Saat ini Equnix tidak membuka kelas untuk mendapatkan sertifikasi, melainkan hanya menyediakan sertifikasinya saja. Sebenarnya kami menyediakan layanan training, tetapi kami tidak buka secara publik, melainkan hanya secara in-house bagi perusahaan. Jika mahasiswa atau profesional ingin memiliki kompetensi atau sertifikasi ini, maka silakan dapat belajar secara mandiri menggunakan referensi yang tersedia. Equnix juga akan menerbitkan beberapa dokumen untuk mendukung proses pembelajaran secara online.
Layanan seperti AWS RDS atau Google Cloud SQL adalah sebuah "wadah" otomasi yang membungkus mesin PostgreSQL itu sendiri, namun layanan tersebut sama sekali tidak memperbaiki inefisiensi yang bersumber dari desain skema yang buruk atau query yang tidak optimal. Maka dari itu sertifikasi Postgres justru jadi sangat relevan di teknologi sekarang atau ke depannya karena dengan memiliki dasar yang baik terhadap suatu teknologi akan meningkatkan efisiensi dan kestabilan teknologi tersebut.
Sertifikasi kami ditujukan untuk praktisi di dunia bisnis, bukan untuk akademisi atau riset. Oleh karena itu, kekhawatiran tentang homogenitas skill mungkin tidak terlalu relevan dalam konteks dunia akademisi, karena fokus kami adalah kompetensi praktis untuk implementasi teknologi di dunia bisnis. Tentang inovasi dan eksperiment, setiap individu memiliki kebebasan untuk melakukannya tidak ada hubungannya dengan sertifikasi profesional kami atau manapun.
Integrasi tidak bisa hanya antara dua aspek tersebut. Delapan aspek yang dinilai dalam sertifikasi ini (administrative, structure, transaktional, analytical, reliability, availability, scalability, dan architecture) adalah satu kesatuan yang saling berhubungan. Untuk mencapai sistem yang tahan terhadap lonjakan trafik dan berkinerja tinggi, seseorang harus memahami arsitektur Postgres secara menyeluruh, termasuk struktur data yang tepat, normalisasi, penempatan table space, dan indeks. Dengan mengetahui keterbatasan teknologi dan memahami semua aspek tersebut, maka kita dapat melakukan mitigasi risiko dan perancangan sistem yang efisien, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja dengan resource hardware yang lebih rendah.
Terdapat sedikit perbedaan sudut pandang, Pak Reza melihat secara general, sedangkan Equnix menyoroti aspek yang lebih spesifik karena perannya sebagai pemilik produk (principal) dan penyedia solusi. Dalam praktiknya, masih banyak ditemukan implementasi database yang tidak tepat, termasuk pada Postgres Open Source, baik dalam arsitektur microservices maupun monolith. Permasalahan tersebut mencakup kesalahan dalam membangun struktur data, normalisasi, dan denormalisasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa keahlian yang mendalam (expertise) sangat dibutuhkan dalam implementasi database yang optimal. (tentang softskill - konteks diskusi dalam webinar ini sangat berfokus pada domain hardskill yang sangat dibutuhkan dalam implementasi teknologi. Softskill tentu saja sangat penting namun bukan topik diskusi, oleh karenanya tidak dibahas secara langsung. Softskill dan hardskill tidak dapat diperbandingkan, seseorang yang memiliki hardskill tinggi namun softskill rendah, dapat di-offset dengan cara digabungkan untuk bekerjasama dengan tim lainnya yang bisa meng-complement handicap tersebut. ) Sertifikasi tidak serta-merta menjadikan seseorang sebagai ahli secara instan, namun berperan sebagai panduan (guidance) yang membantu individu mempelajari dan memahami konteks teknologi dengan lebih baik. Bagi profesional yang berfokus pada peran sebagai Database Administrator (DBA), sertifikasi sangat bermanfaat dalam mendukung peningkatan kompetensi. Dalam dunia bisnis Indonesia, keberadaan Database Administrator (DBA) yang benar-benar kompeten masih sangat langka. Seringkali, individu yang mengaku sebagai DBA tetapi tidak memiliki kemampuan sesungguhnya, mengelola basis data dengan pendekatan "asal-asalan". Dalam konteks ini, sertifikasi diharapkan dapat menghasilkan profesional dengan pemahaman konsep teknologi yang kuat dan terstruktur. Profesional bersertifikasi diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan, baik dalam memberikan arahan yang tepat kepada klien maupun sebagai bagian dari tim IT internal. Berdasarkan pengalaman panjang Equnix dalam melayani klien, sangat jarang ditemukan individu yang memiliki kemampuan kuat dalam Postgres atau RDBMS secara umum. Kemampuan dasar seperti penulisan query umumnya dimiliki, namun untuk aspek yang lebih kompleks seperti tuning slow query atau memahami arsitektur internal RDBMS, pengetahuan yang mendalam masih kurang. Dengan proper knowledge dan implementasi yang baik terhadap RDBMS (khususnya Postgres atau 11DB/Postgres™), akan menghasilkan kinerja terbaik.
Sertifikasi tidak dimaksudkan untuk memonopoli definisi kualitas. Terdapat 2 pilihan atau tujuan dari sertifikasi yang dibuat yaitu untuk komunitas dan bisnis. EPC dibuka secara gratis dan terbuka agar siapapun bisa belajar dan menguji pemahamannya, sementara sertifikasi lanjutan seperti EPA dan EPP ditujukan untuk enterprise yang memiliki kebutuhan mission critical. Sertifikasi tidak menggantikan pengalaman proyek nyata, tapi menjadi alat untuk memverifikasi kompetensi yang dibutuhkan di dalam dunia bisnis. Visi Equnix untuk meningkatkan resiliensi kita dalam penguasaan teknologi secara mandiri, kalau memajukan ekosistem itu kami hanya baru ditahapan produk-produk yang sudah kami hasilkan seperti 11DB/Postgres™, KSEMA, Caraka, dll. Jadi bukan memajukan ekosistem teknologi secara keseluruhan, kami tidak pernah menyampaikan hal seperti itu. Dan sebagai bagian dari implementasi visi kami, sertifikasi ini adalah salah satu langkahnya.
Equnix tidak mengkapitalisasi Postgres Open Source. Sertifikasi yang Equnix jual bukanlah sertifikasi Postgres Open Source, melainkan untuk 11DB/Postgres™, yaitu produk komersial turunan dari PostgreSQL yang dikembangkan dan dimiliki oleh Equnix. 11DB/Postgres™ memiliki fitur end-to-end security, yaitu enkripsi, indexing, serta privilege level yang dirancang untuk memperkuat keamanan database dan menghindari berbagai potensi ancaman, termasuk ransomware. As a side note, what is really needed by any Open Source product to be used in a Corporation? Ecosystem! From the user's perspective, having a legitimate administrator certification is essential. Meritokrasi kontribusi ditingkat komunitas developer adalah benar adanya, tetap komunitas developer itu jauh hubungannya dengan bahasan kita saat ini tentang bagaimana menggunakan produk hasil dari Open Source agar dapat dipergunakan dalam dunia bisnis? Tidak ada hubungannya dengan komunitas developer ataupun kolaborasi global. Perusahaan besar seperti top 5 bank (yang juga adalah client kami) membutuhkan hasil nyata, sertifikasi yang legitimate untuk evaluasi administator yang melaksanakan tugas dalam menjaga sistem yang bermisi kritis. Semoga Pak Reza memahami konteks dan domain diskusi kita diatas ya. Open Source pada dasarnya dirancang untuk kebebasan. Berbagai lisensi Open Source (seperti MIT, BSD) memungkinkan Open Source untuk dijadikan produk komersial atau bahkan diubah menjadi close source. Contohnya, banyak perusahaan besar seperti IBM atau Oracle juga "mengeksploitasi" Open Source dengan konotasi positif, artinya mengadaptasinya untuk produk komersial. Jadi, tidak ada dilema etika karena sertifikasi ini untuk produk komersial kami, 11DB/Postgres™, bukan untuk Postgres Open Source murni.
Sertifikasi ini pasti diakui secara internasional jika pihak internasional tersebut menggunakan 11DB/Postgres™, karena Equnix merupakan pemilik sah dan principal dari produk tersebut. Sertifikasi yang diterbitkan bersifat product-based certification, sehingga legitimasi dan pengakuannya melekat langsung pada kepemilikan Equnix (sebagai principal) atas 11DB/Postgres™. Dengan demikian, tidak terdapat alasan bagi pengguna produk tersebut untuk tidak mengakui sertifikasi yang dikeluarkan oleh Equnix. Saat ini, 11DB/Postgres™ masih tergolong baru di pasar internasional. Namun, Equnix memiliki rencana untuk melakukan kampanye dan pengenalan yang lebih intensif ke pasar global pada tahun mendatang.
Sebenarnya memang di pemerintahan ada badan yang mengurus sertifikasi, namun badan tersebut tidak punya pengetahuan yang cukup terkait Postgres. Jadi agak sulit (mengembangkan sertifikasi Postgres). Tapi karena kami juga principal, jadi kami punya legitimasi untuk create sertifikasi tersebut. Kredibilitas kami dilihat dari portofolio implementasi 11DB/Postgres™ di seluruh Indonesia dan luar negeri. Kami memiliki kapabilitas mendalam dalam mengelola Postgres hingga level source code dan arsitektur, yang memberikan kami legitimasi sebagai principal untuk mengeluarkan sertifikasi ini. Singkatnya, untuk setiap perusahaan yang merupakan prinsipal dari produk teknologi, tentu saja berhak dan wajib memiliki dan mengeluarkan sertifikasi untuk para pengguna produk teknologi tersebut agar para pengguna dapat menggunakan produknya dengan baik karena dilayani oleh SDM yang kompeten, dengan dibuktikan sudah memiliki sertifikasi. Bilamana lembaga non pemerintah tersebut bukanlah prinsipal, apakah berhak? Mungkin bisa menggali seberapa dalam lembaga itu ‘menguasai’ teknologi tersebut, sehingga dapat disebut memiliki legitimasi mengeluarkan sertifikasi? Saya kira ini akan berbeda topik bahasan kalau diteruskan, mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan.
Informasi mengenai price list lengkap dapat dilihat pada website kami, (https://ospx.asia/certification/register) namun kami dapat memastikan bahwa sertifikasi tingkat awal, yaitu Enterprise Postgres Community (EPC), tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Keputusan ini merupakan wujud komitmen strategis untuk memfasilitasi akses para profesional dalam memvalidasi kompetensi fundamental mereka. Oleh karena itu, kami sangat menantikan antusiasme dan partisipasi aktif rekan-rekan untuk segera bergabung dan memanfaatkan momentum peningkatan keahlian ini.