Webinar Series| Equnix Business Solutions

Let's dive in together to the deepest IT discussion of them all


Register Now

Equnix Weekly TechTalk 2022

The use of Open Source-based solutions is increasing from year to year. We found that there is still a lot of proper understanding of the implementation of IT systems in Indonesia, even in Enterprise level companies. Lack of knowledge about the advantages and limitations of Open Source software makes implementation ineffective and inefficient. In fact, there are many opportunities to implement IT systems more effectively and efficiently.

Therefore, this webinar will discuss how Open Source can help Companies and the Business World. The material that will be delivered is very meaningful in terms of practical implementation, best practice, consultative, and case studies that are very much needed by corporate circles in Indonesia.

Equnix continuously strives to provide education and information about IT implementation based on proven research and professional experience. One of the things we do is holding webinars.

This webinar discusses about how Open Source can help Companies and the Business World.

The webinar will be packaged in 16 sessions with the target audience coming from professionals, academics, and the public. In this season, we have 3 main themes which are Popular, Educational, and Technical, With the main theme “The use of Open Source Software for high performance transaction systems in Corporate”.

If you are looking to know more about the best practice for your PostgreSQL, register yourself now!

See you there!

P.S. Unable to join us live? Sign-up anyways, we'll send you the recording and slides.

Sebetulnya di semua Industri itu penting kita melakukan assessment terhadap konfigurasi hardware untuk implementasi PostgreSQL. Terutama untuk kinerja yang sangat tinggi, agar dapat mengalahkan kinerja Oracle.

Namun lingkungan perbankan adalah lingkungan yang sangat sensitif dengan efisiensi, dengan memperhatikan paparan ini, maka kita akan dapat memiliki insight yang lebih baik terhadap bagaimana sebaiknya memilih hardware untuk sistem kinerja tinggi server PostgreSQL kita.

Jadi, siapa yang seharusnya menentukan spesifikasi hardware? Bagian Infra? Vendor Aplikasi? Vendor DB? Mengapa? Mari kita dapatkan jawabannya…

Sistem transaksi kinerja tinggi umumnya adalah aplikasi bisnis yang melayani masyarakat luas, umumnya dipergunakan oleh industri keuangan seperti Perbankan, fintech, commerce, telekom, dan masih banyak lainnya.

Sistem yang membutuhkan kecepatan akses data yang sangat dinamis, yang dapat menggunakan seluruh sumber daya komputasi secara maksimal, mampu melayani ratusan, ribuan bahkan hingga puluhan ribu pekerjaan per detiknya disebut sebagai STKT/Sistem Transaksi Kinerja Tinggi.

Apa sajakah yang perlu kita cermati? Simak ulasan, tips and trick dan rasionalisasi dari konfigurasi yg disarankan…

Meningkatnya penetrasi penggunaan sistem informasi dalam dunia nyata, tidak terkecuali kalangan bisnis pun semakin masif mengadopsi Sistem IT. Terkadang kekecewaan yang datang, terutama bila menggunakan vendor lokal. Nilai proyek bukan satu-satunya penentu, Portofolio tidak memberi jaminan pasti. Bagaimana sebaiknya kita memilih Vendor IT?

Mari kita simak kiat-kiatnya dari Konsultan kami dalam menangani permasalahan seperti ini didalam maupun diluar negeri.

Apakah bukan? Kalau bukan apa solusi yang terbaik? Mengapa Dunia Korporasi tidak dapat memanfaatkan fasilitas yang baik, mudah dan murah ini? Emang apa salahnya?

Ada banyak sekali pertanyaan yang bermunculan setelah membaca tulisan ini, jika demikian Anda cocok sekali mengikuti sesi ini, dan semoga mendapatkan insight yang sangat menarik dari Konsultan kami yang sangat memahami kebutuhan dunia Korporasi baik didalam maupun di luar negeri.

Ada masalah apa dengan DBA? Mengapa ada topik khusus membahas DBA? Mengapa tidak sesederhana mencari orang yang expert database sebagaimana layaknya seorang Sysadmin saja? Apa perbedaan seorang DBA dengan Sysadmin selain masalah skill-nya? Tahukah Anda, DBA atau entitas yang melakukan operasional Database memiliki role yang sangat penting dan strategis?

Mari kita simak sama-sama, khususnya Anda para C-Levelz

Tidak cocok. Mengapa tidak cocok? Lantas mengapa banyak korporasi yang sudah pakai? Mengapa banyak perusahaan yang ingin menggunakannya?

Banyak orang menganggap Open Source (disingkat jadi OSS) adalah software yang tidak berlisensi, dapat didownload cuma-cuma, dan tinggal pakai saja tidak perlu repot. Bahkan lebih dari 80% tidak pernah mengecek seperti apa source code-nya, apalagi melakukan kompilasi.

Kebanyakan memperlakukannya seperti sesuatu yang memang seharusnya sudah dengan semestinya, dalam istilah inggrisnya: taken for granted. Padahal tidak demikian, ada beberapa hal yang patut dipahami dengan seksama agar tidak terjerumus kedalam perangkap.

Ya, perangkap. Maksudnya apa nih? Mari kita simak bersama-sama apa itu open source dan Open Source.

Sebuah produk IT, seperti software yang dikembangkan oleh sebuah institusi, mengalami fase-fase perkembangan yang panjang dan penuh hambatan agar dapat dipergunakan dengan baik oleh target penggunanya.

Semudah apakah? Apa saja yang harus dilalui? Dan mengapa harus melalui hal hal tersebut? Apakah bisa dipersingkat? Faktor apa saja kah yang perlu kita cermati agar software yang kita buat dapat dipergunakan dengan benar?

Mari kita diskusikan…

Semakin berkembangnya teknologi, semakin meningkat juga ekspektasi dari manusia terhadap sistem untuk membantu orang-orang memenuhi kebutuhannya.

  • Bagaimana jika ekspektasi tersebut menjadi terlalu tinggi dan teknologi menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan?
  • Apa yang dimaksud Uncanny Valley dalam dunia IT?
  • Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam Uncanny Valley ketika berkecimpung di dunia IT?
  • Bagaimana caranya untuk tidak terseret semakin dalam Uncanny Valley?

Mungkin ada banyak hal yang perlu kita ketahui agar dapat menjawab pertanyaan diatas, mungkin juga tidak banyak. Tentu saja, penetrasi IT dalam dunia bisnis saat ini sudah cukup luas, dari bangun tidur sampai akan tidur kembali, kita sudah banyak berurusan dengan layanan-layanan digital, baik itu social media, ecommerce, fintech, telkom, maupun retail (pengantaran barang, merchant, dll).

Sepertinya ada banyak sekali hal yang harus kita ketahui, namun setidaknya cukup 2 objek domain yang menjadi tulang punggung untuk memahami mayoritas implementasi IT dalam bisnis. Apakah itu dan mengapa demikian?

Startup dimulai umumnya dari satu atau dua orang, yang umumnya tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli software. Tentunya kalimat tersebut tidaklah benar. Bukan hanya karena masalah tidak ada permodalan.

Namun memang penggunaan Open Source itu menjadi sesuai yang alamiah dalam jiwa institusi Startup tersebut, yang tentu saja sebetulnya tidak sesuai dengan jiwa Enterprise. Cara memandangnya yang tidak sesuai, tetapi pada akhirnya penggunaan Open Source pun cocok bahkan sangat cocok untuk kalangan Enterprises atau Korporasi.

Apakah benar demikian? Apakah tidak mungkin atau tidak bisa menggunakan software selain Open Source? Mengapa? Apa alasan utama dari jawaban pertanyaan diatas?

Ada banyak aspek yang harus kita perhatikan dalam memaintain Database/RDBMS server di lingkungan Korporasi: Kesehatan, Capacity Planning, Availability, Disaster Recovery, Operasional, Kemudahan mendapatkan data bagi Manajemen, dan masih banyak lagi.

Apakah cukup dengan memiliki tools yang lengkap? Apakah cukup dengan mempekerjakan orang yang ahli? Apakah cukup dengan membeli layanan dukungan lokal?

Kalau tidak, terus apa yang harus dilakukan?

Mari kita bedah satu persatu, dan apakah ada yang baru dari pemaparan ini? Silakan kita debat kalo perlu.

Tentunya kita semua memahami konteks judul diatas memiliki arti anti-thesis, namun kalau dipikir lagi, apakah benar? Apakah itu sebuah retorika saja? Apakah ada kebenaran tertentu di dalamnya?

Mengapa saat ini justru banyak sekali kalangan perbankan yang sudah mengadopsi PostgreSQL bahkan Linux dalam sistem produksinya sejak dekade yang lalu? Saat ini hampir semua Bank Buku 4 sudah mengadopsinya,

Apakah ini sebuah joke saja? Lihat apa yang akan disampaikan Equnix tentang hal ini…

Topik ini tentu tidak cocok buat mereka yang tidak merasa perlu memiliki strategi berbeda dalam implementasi DB pada arsitektur Microservice maupun Monolithic. Arsitektur Microservice beserta Agile Development, CI/CD, DevOps adalah SDLC yang sangat menarik, tentunya perbedaan pendekatan ini menyebabkan perubahan cara kita memanipulasi data, dengan demikian sangat mempengaruhi bentuk struktur datanya, dan akan mempengaruhi disain, implementasi, maintenance maupun operation dari RDBMS itu sendiri.

Apa saja yang jadi perhatian? Dan bagaimana cara antisipasi dan mitigasinya? Tidak perlu tunggu lama, booking tiketnya segera!

Perbankan adalah Entitas bisnis yang memiliki standar kualitas yang sangat tinggi. Toleransi terhadap delivery sangat rendah, sedikit kesalahan Vendor dalam memberikan layanan dapat berakibat fatal. Melayani bisnis perbankan membutuhkan tingkat keahlian yang sangat khusus, apalagi bilamana Bank yang dilayani adalah Bank Buku 4.

Apa saja kiat-kiatnya pakar Equnix yang sudah malang melintang menjadi penyedia solusi terpercaya di Perbankan Top Indonesia…

Presentation Slides

Equnix Webinar Series Portfolio

Equnix Weekly TechTalk 2020

Equnix Weekly TechTalk 2021

Follow us on: